AQIQAH #ANTIRIBETRIBETCLUB


Salah seorang teman suami bertanya tentang aqiqahan Bumi setahun yang lalu bagaimana, memakai jasa EO siapa dan dimana. suami dengan santainya menjawab, "saya nggak pakai gitu-gituan, aqiqahan ya cuma potong kambing, terus ngundang tetangga, bapak-bapak masjid selepas sholat isya langsung ke rumah & mulai prosesi aqiqah potong rambut, baca doa, makan-makan."
sumber: Google

sumber : Google

saya dan suami adalah orang yang simpel aja, #AntiRibetRibetClub lah. klo dibandingkan dengan suami, jelas saya orangnya yang ribet. kalau tidak salah ingat sih Bumi dulu aqiqahan usia 21 hari, masih jaman begadang-begadangnya saya nyusuin dia. jadi niat awal mau dekor ruang tamu sesimple mungkin dengan balon huruf bertulis "aqiqah Bumi" dan paper flower sebagai hiasan disebelah-sebelahnya. tapi apa daya, karena tidak bisa keluar rumah untuk membeli perlengkapan dekor itu (nitip suami belikan pun rasanya tidak mungkin karena dia tidak paham urusan begituan) akhirnya ruang tamu hanya digelar ambal saja tanpa ada hiasan apapun. bahkan balon huruf bertulis Bumi pun tidak ada, apalagi foto-foto Bumi didalam figura dipajang sebagai dekorasi. itu semua tidak ada gaeeeesss....

kami memotong kambing 2 ekor (langsung ditempat pemotongan) dan dibawa pulang untuk dimasak. tradisi di keluarga mami saya adalah mau acara apapun pasti masak sendiri, #AntiCateringCateringClub. yang masak bukan saya pastinya hahaha, tapi mami saya dan bala bantuannya.
karena di belakang rumah saya persis ada masjid, jadi saya dan suami bersepakat prosesi aqiqah dipimpin oleh pengurus masjid tsb dan mengundang bapak-bapak jamaah masjid. jadi selepas sholat isya, mereka langsung ke rumah saya. mami saya mengundang tetangga sekitar rumah, saya mengundang teman kerja di unit saya saja dan beberapa teman dekat.

Bumi pakai kostum apa? Bumi habis mandi sore, saya pakaian sleepsuit dan tidur di kamar. pada saat prosesi aqiqah barulah Bumi digendong Babanya keluar kamar untung dipotong rambutnya dan didoakan. selesai prosesi, ya seperti biasa teman-teman ada yang request mau gendong Bumi. jadi tidak ada ayunan atau tempat tidur mungil yang ditempatkan di ruang tamu.

selesai tamu makan-makan dan pulang membawa bingkisan makanan, masih ada beberapa yang tinggal untuk berbincang-bincang dan foto-foto. lalu ada yang bertanya, 
"berarti besok pagi/siang ya bu acaranya?"
"acara apa?" saya tanya balik.
"aqiqahannya yang pakai dekor-dekor."
"ya nggak, kan ini sudah aqiqahannya. yasudah." jawab saya sekenanya hahaha.

pertimbangan saya sih mengadakan acara aqiqahan seperti itu ya karena sunnah Rasul. saya dan suami mengambil esensi dari aqiqahan itu sendiri. bukan fokus pada pesta jadi juga tidak berharap kado yang melimpah untuk Bumi. bisa dihitung pakai jari kado yang ada karena memang dikira pengajian biasa hahaha. kedua biaya menjelang dan pasca melahirkan pun sudah banyak, membeli kambing pun sudah banyak juga biayanya. jadi daripada saya dekor heboh-heboh, mending uang dekornya dialihkan untuk makanan para tamunya.

demikian cerita aqiqah simpel atau malah ala kadarnya dari keluarga saya. saya bukan anti sama yang dekor-dekor pada saat aqiqah. jika memang mampu dan mau, maka silahkan. jika hanya mampu sekedarnya, jangan diperberat yang penting esensinya dari aqiqah itu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lika Liku Berat Badan (Part1)

Lika Liku Berat Badan Anak Part 4