Lika Liku Berat Badan (Part1)
awal lahir, berat badan Bumi cukup besar yaitu 3,8kg. dilanjut bulan berikutnya naik menjadi 5,1kg, ya karena pasca melahirkan wajib makan-makanan yang memperlancar ASI seperti daun katuk, kacang-kacangan serta makan ikan gabus kukus yang katanya bagus mempercepat recovery tubuh. hasilnya ya memang ASI berlimpah dan "berisi" sehingga ngefek ke BB Bumi.
mulai agak bermasalah menjelang usia 4 bulan disaat saya kembali kerja karena masa cuti selesai. pada saat imunisasi DPT3, ternyata berat badan Bumi tetap alias tidak ada naik sama sekali. oleh petugas Puskesmas langsunglah saya ditanya "Adeknya suka begadang ya? Ibunya juga begadang ini pasti. sama perhatikan asupan makanannya ya Bu." mulai dari situ, hati saya terpotek sebagai ibu. makan juga asal sih berbeda saat pasca lahiran dulu karena diperhatikan betul makananya sama ibu saya. singkat cerita, saya perbaiki pola tidur meski begadang juga dan pola makan yang asal. hasilnya alhamdulillah, berpengaruh ke berat badan Bumi.
Namun ternyata dibulan ke-8 lagi-lagi berat badan Bumi tetap, tidak ada kenaikan. usut punya usut karena salah memberikan mpasi. jadi karena repot menyiapkan mpasi sebelum kerja, saya menemukan satu produk yang sering dipake untuk mpasi dan ternyata Bumi suka. setelah kejadian tidak ada kenaikan berat badan padahal banyak makannya, ternyata mpasi kemasan tersebut lebih banyak komposisi karbonya dibandingkan proteinnya dan baru sadar di kalengnya tertulis "bukan produk MPASI" jedeeeeer.... berasa ditampar. demi alasan praktis justru bikin berat badan Bumi seret lagi. langsung back to the track MPASI rumahan dengan perbanyak protein hewani (prohe) sesuai saran DSA. Alhamdulillah, berat badan Bumi kembali naik.
selesai sampai disitu? happy ending? ternyata tidak permirsaaaaaa....
usia 9 bulan berat badan Bumi 8.5kg, bulan-bulan berikutnya mengalami naik turun seperti roller coaster dan sampai usia 13 bulan beratnya bertahan di 8.5kg. herannya adalah makannya Bumi itu banyak dan sering. akhirnya setelah jadi emak-emak galau, tercerahkan dengan IGs salah satu DSA kondang di Instagram bahwa BB seret/nggak naik-naik pasti ada yang salah n kudu konsul ke DSA.
saya pun akhirnya pindah DSA karena DSA yang diceritakan temen saya ini cukup "galak" kalau masalah berat badan anak. saya beranikan periksakan Bumi kesana meski DSA Bumi sebelumnya termasuk DSA terbaik di Samarinda tapi kali ini saya butuh yang lebih galak. Apalagi sekarang isu stunting lagi hangat-hangatnya karena angka stunting mulai meningkat di Indonesia.
hasilnya? mau nangis rasanya di ruangan dokternya padahal ya nggak diapa-apain hehehe, namanya juga emak-emak jadi mellow klo udah urusan ma anak.
kata DSA tsb, berat badan Bumi sebenarnya masih aman apalagi memang diusia diatas setahun anak sedang aktif-aktifnya. kenaikan berat badan pun di KMS diatas setahun hanya 200gr. jadi jangan berharap naik banyak seperti zaman newborn dulu. TAPI klo dibiarkan begini terus, berat badan Bumi akan tidak aman dan bisa jadi lama-kelamaan ke arah stunting.
jadilah DSA memberikan treatment untuk mengejar ketertinggalan berat badan Bumi berupa:
-perbanyak asupan protein hewani
-kurangi sayur, karena dibawah dua tahun belum banyak memerlukan sayur dan sayur hanya dikenalkan saja.
-menyelipkan MPASI Fortifikasi (kotakan seperti merk milna, promina dll) sehari sekali. karena MPASI tsb isinya jelas terukur kandungannya dan kalorinya.
-suplemen besi 1x sehari sesuai takaran DSA
-susu tinggi kalori (bukan sufor biasa) merk Nutrinidrink yang ternyata hanya dijual di apotek dan harus berdasar rekomendasi DSA/ahli gizi. karena jika digunakan sembarangan bisa resiko obesitas.
jadi setelah dari DSA tsb, saya berusaha menjalankan treatmen tersebut selama sebulan dan kontrol ke beliau lagi.
intinya ketika berat badan anak tidak naik 2x berturut-turut segera konsul ke DSA. masih belum puas? coba cari second opinion ke DSA lain.


Komentar
Posting Komentar